CERITA ANGKA
Mengawalinya adalah bahwa walaupun angka cuma 10 buah, dari 0 sampai 9, tetapi bilangan yang dibentuk adalah tak terbatas. Sebutlah angka yang dianggap paling besar maka masih ada diatasnya, walaupun hanya berselisih satu. Jika ada yang memulai menyebut angka satu (misalnya mulai dari nabi Adam as), lalu disambung oleh anak, cucu, dan seterusnya, maka sampai hari Qiamat orang masih bisa menyebutnya walaupun tidak tahu berapa.
Eh ya, angka itu terdiri dari 0 (nol) sampai 9 (sembilan) atau dari 1 (satu) sampai 10 (sepuluh), meski-pun keduanya sama2 10 buah banyaknya.
Semua uraian/bahasan berikut adalah terbuka untuk dibahas atau dikritik atau pendapat lain atau diberi komentar dan dipersilahkan untuk menulisnya di blok ini.
Dengan kata lain, blok ini inter aktif (tak mau mengalah dengan acara di TV, he, he, he.)
alam sehari-hari kita juga selalu berkutat dengan angka.
Bangun pagi pada jam yang ditunjukkan berupa angka.
Jika kita berjumpa dengan teman sekolah yang sekarang sudah berkeluarga, pasti saling bertanya berapa anak. Mana yang lebih banyak dapat diketahui dari angka saja, tanpa perlu menghadirkan anak2 masing2 untuk dibandingkan.
Suatu usaha mendapat untung atau rugi juga karena angka2.
Belanja se-hari2 adalah angka2, sekian ikat kacang panjang, sekian ikat bayam, sekian butir bawang merah dan bawang putih, sekian gelas air untuk sayur, dan seterusnya. Semua belanjaan sekian rupiah, dibayar dan dikembalikan sekian rupiah.
Keputusan Pengadilan pun berupa angka, paling tidak vonis berapa bulan atau berapa tahun. Sebelumnya orang yang diadili adalah karena angka, minimal berupa rupiah yang dicopet ataupun berapa ekor ayam yang dicuri atau berapa Milyar rupiah yang dikorupsi.
Bahkan ada orang pindah ke agama Islam adalah karena angka. Ceritanya begini.
Masih pada zaman sahabat nabi Muhammad saw. Seorang guru yang akan meninggal berpesan kepada salah seorang muridnya agar mencari orang pandai yang dapat memecahkan masalah yang belum terpecahkan pada masa itu, yaitu suatu bilangan yang paling kecil yang habis dibagi ;1 (jelas) atau 2 atau 3 atau 4 atau 5 dan seterusnya sampai 10. Setelah mencari dan bertanya kemana-mana, masalah itu belum terpecahkan. Akhirnya berjumpa dengan salah seorang sahabat Rasul, Ali bin Abi Thalib ra. Ia menceriterakan masalahnya, maka Ali menjawab : kalikan bilangan harimu dalam seminggu ( 7 ) dengan bilangan harimu dalam sebulan ( 30 ) dan hasilnya dikalikan lagi dengan bilangan bulanmu dalam 1 tahun ( 12 ). Berapa hasilnya? Benar, yaitu 2520. Penanya tadi terkejut koq jawabnya singkat dan benar. Kemudian ia pindah ke agama Islam.